(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Hong Kong alami kerugian yang cukup signifikan pada perdagangan hari Senin (30/3/2026) karena sentimen bursa Asia masih memburuk di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Indeks harian Hang Seng anjlok ke posisi terendah dalam sepekan yang merupakan kisaran terendah Juli 2025.
Kecemasan investor meningkat setelah pasukan Houthi Yaman melancarkan serangan rudal ke Israel pada akhir pekan, meningkatkan ketegangan konflik dan memicu pelemahan saham global.
Saham BYD Company turun 4,9% setelah melaporkan penurunan laba tahunan pertamanya dalam empat tahun, tertekan oleh permintaan domestik yang lebih lemah dan kerugian nilai tukar.
Indeks Hang Seng ditutup turun 0,8% dan ditutup pada 24.751, demikian indeks saham Cina Enterprise (HSCE) turun 0,65% menjadi 8.399,12.
Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Maret 2026 bergerak negatif dengan berakhir turun 0,74% menjadi 24668.
Saham-saham yang menekan Hang Seng seperti Tencent Holdings (-2,4%), Pop Mart International (-0,6%), Meituan Class (-2,0%), Xiaomi (-1,9%), dan SMIC (-2,1%).
Sebaliknya, PetroChina naik 2,8% karena harga minyak yang tinggi dan ekspektasi pendapatan yang lebih kuat, mencapai level tertinggi dalam beberapa minggu.



