Rekomendasi Forex Dolar AS 7 April 2026 : Dapat Terdukung Ultimatum Trump; Mencermati Data Ekonomi

178

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir turun tipis pada hari Senin terpicu kenaikan pasar saham seiring harapan akan gencatan senjata di Iran, yang mengurangi permintaan likuiditas untuk dolar.

Indeks dolar AS berakhir turun tipis 0,03% pada 99,99.

Seperti yang diberitakan Axios, disampaikan bahwa AS, Iran, dan sekelompok mediator regional sedang membahas persyaratan untuk potensi gencatan senjata 45 hari yang dapat mengarah pada pengakhiran perang.

Penurunan dolar AS juga terjadi setelah indeks jasa ISM Maret turun lebih dari yang diperkirakan.

Indeks jasa ISM Maret AS turun -2,1 menjadi 54,0, lebih lemah dari perkiraan 54,9. Subindeks harga jasa ISM Maret naik +7,7 ke level tertinggi 3,5 tahun di 70,7, lebih kuat dari perkiraan 67,0.

Namun penurunan dolar AS berkurang banyak setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan meningkatkan perang di Iran jika tidak ada kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz pada hari Selasa.

Pasar swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin (bp) pada pertemuan FOMC 28-29 April hanya sebesar 1%.

Malam nanti akan dirilis data Durable Goods Orders Februari AS yang diindikasikan menurun.

Juga akan dirilis data ADP Employment Change Weekly.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik menantikan perkembangan perang di Timur Tengah, setelah ultimatum Trump untuk menyerang Iran lebih besar lagi jika tidak membuka Selat Hormuz pada hari Selasa. Juga akan mencermati data Durable Goods Orders Februari AS dan ADP Employment Change Weekly, yang jika terealisir turun, akan menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 99,73-99,48. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 100,26-100,54.