(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS merosot pada hari Rabu, mencapai titik terendah dalam empat minggu setelah AS-Iran setuju malakukan gencatan senjata yang bergantung pada pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran.
Indeks dolar AS bergerak merosot 1,06% pada 98,62.
Trump mengatakan dengan jangka waktu dua minggu memungkinkan kesepakatan potensial untuk diselesaikan.
Selain itu, Iran telah setuju untuk membuka kembali jalur air vital tersebut selama dua minggu dengan syarat semua serangan dihentikan.
Trump mengatakan kesepakatan itu bergantung pada persetujuan Iran untuk menghentikan sementara blokade pasokan minyak dan gas melalui selat Hormuz, yang biasanya menangani sekitar seperlima pengiriman minyak global.
Dolar telah menjadi mata uang yang paling diuntungkan di pasar mata uang akibat perang Iran, dengan indeks dolar naik 2,2% pada bulan Maret karena para pedagang mengantisipasi posisi Amerika Serikat sebagai pengekspor energi bersih berarti akan mengalami dampak ekonomi yang lebih kecil daripada pengimpor seperti Jepang dan sebagian besar negara Eropa.
Gencatan senjata juga menurunkan harga minyak, dimana mendorong sekitar 50% kemungkinan penurunan suku bunga Federal Reserve pada akhir tahun, setelah sebelumnya tidak melihat langkah seperti itu.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun dengan adanya gencatan senjata AS-Iran selama dua minggu. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 98,43-98,25. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 98,83-99,05.



