(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Senin sore ini (13/4), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir melemah terbatas, mengurangi loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa menanjak setelah terkoreksi 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini melemah 0,05% atau 8 poin ke level Rp 17.098 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.090. Rupiah terpantau sempat mencapai rekor harian terendah baru lalu mengurangi loss.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.107 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.120, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 17.098.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa menanjak setelah terkoreksi 2 hari di sesi global sebelumnya; rebound dari sebulan terendahnya oleh gagalnya pembicaraan AS – Iran yang mengangkat dollar kembali sebagai safe haven.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 98,97, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,70.
Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi menguat 41,691 poin (0,56%) ke level 7.500,187, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias melemah di antara kenaikan harga minyak dunia dan berita AS akan memblokade Teluk Hormuz setelah gagalnya pembicaraan diplomasi AS – Iran di Pakistan, serta mencermati Wall Street yang berakhir mixed terkoreksi.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.150 – Rp16.960.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



