(Vibiznews-Forex) – Pelemahan yen Jepang dalam pair USDJPY berlanjut pada perdagangan forex sesi Asia hari Jumat (17/4/2026) akibat tidak adanya panduan dari Gubernur BOJ jelang pertemuan kebijakan berikutnya.
Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda tidak memberikan panduan yang jelas tentang suku bunga menjelang pertemuan kebijakan bank sentral yang akan datang.
Ueda menyoroti tindakan penyeimbangan yang sulit yang dihadapi para pembuat kebijakan, dengan menyebutkan risiko kenaikan inflasi di samping risiko penurunan pertumbuhan ekonomi.
Padahal sebelum kenaikan suku bunga sebelumnya, Ueda telah memberi sinyal langkah-langkah kebijakan secara lebih eksplisit untuk mempersiapkan pasar, dan investor telah mencari sinyal serupa.
Namun demikian, BOJ secara luas diperkirakan akan menaikkan perkiraan inflasinya pada pertemuan bulan ini, yang mencerminkan biaya energi yang tinggi.
Awal pekan ini, yen sempat menguat setelah Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan dia mengadakan diskusi erat tentang kebijakan valuta asing dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent, menambahkan bahwa pihak berwenang tetap siap untuk campur tangan secara tegas jika diperlukan.
Secara teknikal pair USDJPY rally mendekati posisi resisten kuat hariannya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi menuju lanjut ke resisten berikutnya.
Pair kini berada di posisi 159,43 dan sedang naik ke posisi 159.50, jika tembus mendaki ke kisaran resisten lemahnya di posisi R2.
Namun jika pair tidak menembus 159.60, berpotensi berbalik turun menuju posisi pemnbukaan 159,11, jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 160.57 | 159.92 | 159.50 | 158.88 | 158.47 | 157.84 | 157.38 |



