(Vibiznews-Forex) – Usaha aussie dolar dalam pair AUDUSD naik kembali mendekati kisaran tertinggi empat tahun tertahan pada perdagangan forex sesi Eropa hari Rabu (22/4/2026) karena tidak kondusifnya kondisi di Selat Hormuz.
Laju dolar Australia tertahan oleh pemberitaan media bahwa sebuah kapal kontainer berbendera Liberia ditembak oleh kapal perang yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Dalam insiden terpisah, dua kapal kargo yang akan berangkat juga menjadi sasaran. Serangan-serangan ini menandai eskalasi terbaru di kawasan selat Hormuz tetap tinggi.
Dari sisi kebijakan RBA, Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk menstabilkan ekspektasi inflasi. Hal ini memperkuat spekulasi pengetatan lebih lanjut.
Secara teknikal pair terkoreksi setelah hampir menembus posisi resisten kuat hariannya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD akan merosot terus ke area supportnya.
Kini pair berada di 0.7170 yang turun menuju posisi 0.7144 dan jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
Namun jika tidak sampai ke 0.7150, pair berpotensi naik kembali menuju posisi 0.7175 dan jika tembus akan berlanjut ke posisi resisten kuatnya di R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7237 | 0,7212 | 0,7182 | 0,7156 | 0,7125 | 0,7098 | 0,7066 |



