Forex GBPUSD 22 April 2026: Inflasi Inggris Terkuat dalam 1 Tahun

98

(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD mundur dari pergerakan rebound sejak sesi Asia pada perdagangan forex Eropa hari Rabu (22/4/2026) karena mempertimbangkan rilis data inflasi Inggris terbaru  dan  prospek kebijakan moneter Fed dan BOE.

Data dari Kantor Statistik Nasional (ONS) menunjukkan inflasi Inggris meningkat menjadi 3,3% YoY pada bulan Maret, sesuai dengan ekspektasi pasar dan naik dari 3% pada bulan Februari.

Secara bulanan, inflasi meningkat sebesar 0,7%, di atas perkiraan 0,6% dan menandai kenaikan terkuatnya dalam hampir satu tahun. Inflasi inti, yang tidak termasuk makanan, energi, alkohol, dan tembakau, naik sebesar 3,1% YoY, sedikit di bawah perkiraan 3,2%.

Kombinasi inflasi utama yang lebih tinggi dan ukuran mendasar yang lebih lemah membuat prospek kebijakan relatif seimbang. Meskipun kenaikan biaya energi yang terkait dengan ketegangan di Timur Tengah telah mendorong harga secara keseluruhan lebih tinggi, moderasi inflasi inti dapat memungkinkan Bank of England (BoE) untuk mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada 3,75% pada pertemuan 30 April mendatang.

Selain inflasi, data harga produsen dan ritel juga mengejutkan dengan peningkatan yang positif. Indeks Harga Produsen Input melonjak 4,4% MoM pada bulan Maret dan 5,4% secara tahunan, sementara harga ritel meningkat 0,8% MoM dan 4,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, keduanya melebihi ekspektasi pasar.

Sementara itu kondisi geopolitik tetap menjadi pendorong utama lain bagi pasar mata uang. Meskipun Presiden Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata terkait ketegangan yang melibatkan Iran, ketidakpastian tetap ada setelah runtuhnya putaran negosiasi yang direncanakan.

Dolar AS yang sempat bergerak kuat awal sesi merespon rilis data penjualan ritel AS, pernyataan dari  calon Ketua Federal Reserve (Fed), Kevin Warsh, membantu meyakinkan pasar tentang independensi keputusan kebijakan bank sentral, yang selanjutnya mendukung dolar AS.

Secara teknikal, pair sedang meluncur masuki posisi support dan  menurut analyst Vibiz Research Center pair akan tertekan terus  ke support berikutnya.

Kini pair berada di posisi 1.3493 yang sedang turun menuju 1.3488, jika tembus bergerak ke support lemahnya di S2.

Namun jika tidak sampai tembus 1.3460 akan berbalik arah dan mendaki menuju  posisi  1.3538, jika tembus berpotensi lanjut  ke resisten kuatnya di kisaran 1.3560.

R3 R2 R1 Pivot S1 S2 S3
1,3604 1,3572 1,35638 1.3506 1.3473 1.3441 1.3408