(Vibiznews – Index) – Bursa saham Amerika Serikat mendulang keuntungan dengan pencapaian rekor tertinggi mayoritas indeks utamanya pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari (23/4/2026).
Indeks S&P 500 dan Nasdaq berakhir di posisi rekor tertinggi karena Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, dengan serangkaian laporan kuartalan yang solid.
Nasdaq melonjak 1,6% menjadi 24.657,57, S&P 500 melonjak 1,1% menjadi 7.137,90 dan Dow Jones naik 0,7% pada 49.490,03.
Dalam unggahan Presiden Trump di Truth Social bahwa AS akan menunda serangan terhadap Iran sampai para pemimpin mereka mengemukakan proposal yang terpadu.
Namun, Trump juga mengatakan bahwa ia telah mengarahkan militer AS untuk melanjutkan blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.
Iran menolak perpanjangan gencatan senjata Trump sebagai tidak berarti dan mengatakan Selat Hormuz akan tetap tertutup sampai blokade AS dicabut.
Tak lama setelah pengumuman gencatan senjata Trump, Angkatan Laut Garda Revolusi Iran mengklaim telah menyita dua kapal kontainer di Selat Hormuz karena pelanggaran maritim.
Perdebatan antara Trump dan Teheran telah menimbulkan beberapa ketidakpastian, meskipun pasar tetap berharap akan adanya penyelesaian konflik pada akhirnya.
Secara sektoral, saham semikonduktor melonjak tajam memimpin penguatan dengan Philadelphia Semiconductor Index naik 2,7% ke rekor penutupan tertinggi baru.
Penguatan tajam juga terlihat di antara saham perangkat lunak dengan Dow Jones U.S. Software Index melonjak 2,3%.
Namun pergerakan sebaliknya terlihat pada saham maskapai penerbangan menunjukkan penurunan yang signifikan. Saham United Airlines (UAL) memimpin penurunan sektor ini dengan anjlok 5,6% setelah melaporkan proyeksi keuangan yang mengecewakan.



