(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis siang ini (30/4), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau merosot ke rekor terendah, menambah loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia merangkak naik setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,45% atau 77 poin ke level Rp 17.362 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.285. Rupiah terpantau merosot ke level rekor terlemah intraday yang baru lagi.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.319 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.365, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 17.362.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; melanjutkan rally sebelumnya setelah the Fed memutuskan mempertahankan suku bunganya sesuai estimasi umum investor.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini naik ke 99,09, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,97.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi pertama IHSG tergelincir 174,678 poin (2,46%) ke level 6.926,548, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias melemah di tengah kenaikan lanjut harga minyak mentah oleh kemungkinan diperpanjangnya blokade Selat Hormuz, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam koreksi terbatas.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.325 – Rp17.134.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



