Market Focus 4-8 Mei 2026: Tanggapan Iran Terhadap Proposal Damai Amerika Serikat dan Data NFP Bulan April

130
Ekonomi Amerika

(Vibiznews – Economy) – Fokus investor sebagai sentimen perdagangan pekan ini (3-8 April 2026) kemungkinan putaran negoisasi baru antara AS dan Iran. Dari laporan media Iran mengajukan tanggapan 14 poin terhadap proposal AS, Presiden Donald Trump mengatakan akan meninjau rencana perdamaian baru tersebut.

Sentimen tersebut akan menggerakkan harga minyak mentah yang dapat mempengaruhi  pasar saham, obligasi, forex, dan komoditas.

Dari laporan ekonomi, laporan pekerjaan Amerika Serikat akan menjadi sorotan dari beberapa rilis data ekonomi penting lainnya seperti data PMI untuk negara utama dan data penjualan ritel kawasan Euro.

Dari kebijakan moneter bank sentral global, pekan ini bank sentral Australia akan mengumumkan kebijakan terbarunya.

Amerika Serikat    

  • Kalender ekonomi Amerika Serikat dipenuhi dengan data pasar tenaga kerja yang penting seperti data perubahan Ketenagakerjaan ADP, produktivitas dan biaya tenaga kerja awal untuk Q1, dan lowongan pekerjaan JOLT. Untuk data NFP  diperkirakan akan meningkat sebesar 73.000, setelah kenaikan 178.000 pada bulan Maret, sementara pertumbuhan pendapatan rata-rata diperkirakan akan meningkat menjadi 0,3% dari 0,2%. Tingkat pengangguran kemungkinan akan tetap stabil di 4,3%.
  • Sementara itu, indeks Sentimen Konsumen Michigan diperkirakan  dengan indeks kepercayaan terendah sepanjang sejarah, yang terbebani oleh kenaikan harga bahan bakar terkait dengan konflik Iran.
  • Rilis data ekonomi tambahan lainnya seperti data PMI Jasa ISM, pesanan pabrik, neraca perdagangan, dan penjualan rumah baru.
  • Sebagai penggerak bursa Wall Street, pekan ini akan dirilis kinerja keuangan perusahaan besar seperti Palantir, AMD, Pfizer, McDonald’s, PayPal, Disney, Uber, Kraft Heinz, Viatris, Unity Software, Arista Networks, dan Super Micro Computer.

Inggris

  • Kalender ekonomi penting akan sepi, data yang diriliis pekan ini yaitu indeks harga perumahan Halifax.
  •  Dari laporan kuartalan perusahaan besar, pekan ini akan dirilis kinerja keuangan dari HSBC, Novo Nordisk, UniCredit, Intesa Sanpaolo, Shell.

Eurozone

  • Kalender ekonomi kawasan Eurozone akan dirilis data penjualan ritel, yang diperkirakan akan mengalami kontraksi selama dua bulan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak 2024.
  • Dari Jerman akan dirlis data neraca  perdagangan  untuk bulan Maret, dengan surplus yang diperkirakan akan menyusut karena lonjakan harga gas meningkatkan perputaran impor dan berisiko terhadap margin di industri ekspor utama. Ada juga data produksi industri Jerman diperkirakan akan meningkat.
  •  Dari sisi kebijakan moneter, ECB akan merilis laporan tahunan untuk tahun 2025, di samping survei Analisis Moneter dan Survei Analis Profesional yang akan disertai dengan pidato dari anggota terpenting Dewan Kebijakan.

Pasar Asia Pasifik

  • Di Tiongkok,  pekan ini akan dirilis  perdagangan bulan April untuk mendapatkan wawasan tentang dampak ekonomi dari konflik Timur Tengah, bersamaan dengan pembacaan RatingDog Composite dan PMI Jasa swasta.
  • Di Jepang, investor akan melihat risalah dari pertemuan Bank Sentral Jepang bulan Maret untuk panduan lebih lanjut tentang prospek kebijakan, sementara data upah Maret juga dijadwalkan untuk dirilis.
  • Di Australia, Reserve Bank of Australia  diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 4,35%, karena risiko inflasi yang terkait dengan konflik Iran meningkat. Rilis domestik utama akan mencakup izin pembangunan, iklan lowongan kerja, persetujuan rumah pribadi, pengeluaran rumah tangga, dan data perdagangan.