(Vibiznews-Forex) – Aussie dolar dalam pair AUDUSD berusaha rebound pada perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa(5/5/2026) setelah sempat anjlok dari tertinggi 4 tahun merespon pengumuman kebijakan RBA yang menaikkan suku bunga.
Reserve Bank of Australia (RBA) telah menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 4,35%, level tertinggi setelah puncak lonjakan inflasi pasca-pandemi seperti yang telah diperkirakan sebelumnya.
Tetapi nada hawkish Gubernur Bullock dalam konferensi pers menunjukkan preferensi untuk menunda kenaikan.
Kenaikan pair AUDUSD diperkirakan terbatas dalam jangka pendek dikarenakan posisi dolar AS yang masih kuat.
Posisi harga minyak mentah yang masih tinggi dan juga ketegangan yang masih berlangsung di Selat Hormuz akan menopang kekuatan dolar AS.
Secara teknikal pair yang sudah mendekati posisi support kuatnya berusaha naik ke area resistennya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD masih dalam bias negatif.
Kini pair berada di 0.7173 yang naik menuju posisi 0.7190 dan jika tembus akan berlanjut ke posisi resisten kuatnya di R2.
Namun jika tidak sampai ke 0.7225, pair berpotensi turun menuju posisi 0.7188 dan jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7272 | 0,7245 | 0,7205 | 0,7180 | 0,7140 | 0,7114 | 0,7072 |



