Wall Street Capai Rekor Tertinggi Setelah Harga Minyak WTI Anjlok, Ketegangan di Selat Hormuz Mereda

93

(Vibiznews – Index) – Harga saham di Wall Street alami pergerakan ke atas dan mencetak rekor penutupan tertinggi pada perdagangan yang berakhir Rabu dinihari (6/5/2026).

Nasdaq dan S&P 500 berakhir di posisi rekor tertinggi, setelah sebelumnya anjlok cukup signfikan.  Nasdaq melonjak 1%n menjadi 25.326,13, S&P 500 naik  0,8% menjadi 7.259,22 dan Dow Jones naik 0,7% menjadi 49.298,25.

Penguatan saham di Wall Street terjadi di tengah penurunan tajam harga minyak mentah, dengan harga minyak WTI anjlok lebih dari 3% setelah melonjak lebih dari 4% pada sesi sebelumnya.

Harga minyak mentah merosot di tengah meredanya kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dengan Menteri Perang Pete Hegseth mengatakan gencatan senjata AS-Iran belum berakhir meskipun Iran menyerang Uni Emirat Arab.

Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine mengatakan kepada wartawan bahwa serangan Iran berada di bawah ambang batas untuk memulai kembali operasi tempur besar pada saat ini.

Hegseth juga mengatakan dua kapal komersial AS, bersama dengan kapal perusak Amerika, telah berhasil melewati Selat Hormuz, dan menyatakan jalur tersebut aman.

Sementara itu laporan kuartalan perusahaan besar yang optimis juga memberikan kontribusi pada Wall Street seperti perusahaan induk Budweiser – Anheuser-Busch InBev (BUD) melaporkan hasil kuartal pertama yang melebihi perkiraan analis.

Dari laporan ekonomi AS,  Institute for Supply Management melaporkan data yang menyusut dengan PMI sektor jasa  turun menjadi 53,6 pada bulan April setelah turun menjadi 54,0 pada bulan Maret.

Secara sektoral, penguatan dipimpin saham perangkat keras komputer yang bergerak naik tajam  mendorong NYSE Arca Computer Hardware Index naik sebesar 4,4% ke rekor penutupan tertinggi.

Penguatan yang signifikan juga terlihat di antara saham-saham semikonduktor dengan Philadelphia Semiconductor Index melonjak  4,2% ke rekor penutupan tertinggi baru. Salah satunya saham Intel (INTC) dengan melonjak 13% setelah laporan dari Bloomberg mengatakan Apple (AAPL) telah mengadakan diskusi penjajakan tentang penggunaan perusahaan tersebut untuk memproduksi prosesor utama untuk perangkatnya di AS.