Rekor Saham Wall Street Terkoreksi oleh Rebound Harga Minyak WTI

129
wall street

(Vibiznews – Index) – Saham-saham di bursa Amerika Serikat  berada di bawah tekanan sepanjang sesi pada perdagangan yang berakhir Jumat dinihari (8/5/2026), dengan 2 indeks Wall Street mundur dari posisi rekor tertinggi.

Indeks Dow Jones turun  0,6% menjadi 49.596,97, S&P 500 turun  0,4% menjadi 7.337,11, dan Nasdaq turun  0,1% menjadi 25.806,20.

Harga saham-saham Wall Street pada awal sesi masih stabil dari posisi kekuatan sebelumnya karena optimisme tentang penyelesaian damai konflik di Timur Tengah, tetapi kemudian terkoreksi ketika harga minyak rebound.

Harga minyak mentah berjangka AS atau WTI melonjak lebih dari 1% setelah anjlok hingga 5,5% setelah sebuah laporan media mengatakan Iran berupaya memaksa perusahaan pelayaran untuk mematuhi protokol baru untuk melintasi Selat Hormuz.

Laporan tersebut menunjukkan adanya formulir aplikasi yang dikeluarkan oleh Otoritas Selat Teluk Persia yang baru dibentuk Iran yang harus diisi oleh semua kapal yang melintas untuk memastikan perjalanan yang aman.

Dokumen tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya Iran untuk berkuasa kembali atas Selat Hormuz, dan laporan ini telah menimbulkan kekhawatiran baru tentang kemungkinan eskalasi kembali konflik di Timur Tengah.

Dari laporan ekonomi AS, data klaim  pengangguran AS pulih kurang dari yang diperkirakan pada minggu yang berakhir pada 2 Mei. Klaim  naik menjadi 200.000, peningkatan sebesar 10.000 dari data sebelumnya sebesar 190.000.

Secara sektoral, saham perangkat keras komputer bergerak turun tajam dengan NYSE Arca Computer Hardware Index anjlok sebesar 2,9% dari posisi rekor penutupan tertinggi.

Pelemahan signifikan juga terlihat di antara saham-saham semikonduktor sehingga membuat Philadelphia Semiconductor Index anjlok  2,7%.

Pergerakan sebaliknya terlihat pada saham-saham perangkat lunak dan maskapai penerbangan yang bergerak positif dan berakhir lebih tinggi.