(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir turun pada akhir pekan hari Jumat, 8 Mei 2026, tertekan penguatan pasar saham dan penurunan data konsumen AS.
Indeks dolar AS ditutup turun 0,17% pada 97,90.
Dolar AS melemah hari Jumat setelah indeks S&P 500 melonjak ke level tertinggi sepanjang masa baru, yang membatasi permintaan likuiditas untuk dolar.
Demikian juga data sentimen konsumen AS bulan Mei dari Universitas Michigan turun lebih dari yang diperkirakan ke level terendah sepanjang masa.
Indeks sentimen konsumen AS bulan Mei dari Universitas Michigan turun -1,6 menjadi rekor terendah 48,2 (data dari tahun 1978), lebih lemah dari ekspektasi 49,5.
Tingkat ekspektasi inflasi 1 tahun AS bulan Mei dari Universitas Michigan secara tak terduga turun menjadi 4,5% dari 4,7% pada bulan April, di bawah ekspektasi kenaikan menjadi 4,8%. Tingkat ekspektasi inflasi 5-10 tahun bulan Mei secara tak terduga turun menjadi 3,4%, lebih lemah dari ekspektasi tidak ada perubahan pada 3,5%.
Sedangkan laporan penggajian AS pada hari Jumat menunjukkan hasil yang beragam bagi dolar setelah penggajian non-pertanian meningkat lebih dari yang diperkirakan, tetapi pendapatan per jam meningkat kurang dari yang diperkirakan.
Jumlah pekerjaan non-pertanian AS pada bulan April meningkat sebesar +115.000, lebih kuat dari perkiraan +65.000, dan jumlah pekerjaan non-pertanian pada bulan Maret direvisi naik menjadi +185.000 dari yang dilaporkan sebelumnya +178.000. Tingkat pengangguran pada bulan April tidak berubah pada 4,3%, sesuai dengan perkiraan.
Pendapatan rata-rata per jam AS pada bulan April meningkat +0,2% m/m dan +3,6% y/y, lebih lemah dari perkiraan +0,3% m/m dan +3,8% y/y.
Pasar menantikan perkembangan lebih lanjut negosiasi AS-Iran, dimana AS meminta Iran yang secara bertahap akan membuka kembali Selat Hormuz dan AS akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Negosiasi mengenai program nuklir Iran akan dilakukan kemudian. Iran diperkirakan akan merespons melalui Pakistan dalam beberapa hari mendatang.
Pasar swap memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC berikutnya pada 16-17 Juni sebesar 6%.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS akan mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran dan situasi di Timur Tengah, jika ketegangan kembali meningkat, akan menguatkan indeks dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 97,72-97,55. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 98,17-98,45.



