Lonjakan Harga Minyak Membebani Wall Street, Hanya Dow Jones Bertahan Positif

134
wall street

(Vibiznews – Index) – Setelah mengalami penurunan tajam awal sesi, saham-saham Wall Street berusaha untuk pulih kembali jelang penutupan perdagangan Rabu dinihari (13/5/2026).

Hanya Dow Jones yang berhasil mencapai area positif dengan naik tipis 0,1% menjadi 49.760,56, sedangkan Nasdaq dan S&P500 masih di zona merah. Nasdaq yang awal sesi anjlok 2%, ditutup dengan turun 0,7% menjadi 26.088,20. Demikian  S&P 500 turun  0,2%  menjadi 7.400,96.

Lonjakan harga minyak mentah yang berkepanjangan hingga naik 4% lebih memicu aksi ambil untung pada awal perdagangan di Wall Street.

Lihat: Harga Minyak Brent 12 Mei Melonjak di Atas $107, Gencatan Senjata AS-Iran Kritis

Pelemahan di Wall Street juga terjadi setelah dirilisnya data inflasi AS,  tingkat pertumbuhan tahunan meningkat menjadi 3,8% pada bulan April dari 3,3% di bulan Maret.

Kemudian tekanan jual saham mereda karena optimisme bullish sebelumnya  di tengah laporan kuartalan yang menggembirakan.

Secara sektoral, saham perangkat keras komputer dan semikonduktor mengalami pelemahan signifikan memicu tekanan kuat bagi Nasdaq, NYSE Arca Computer Hardware Index anjlok 3,6% dan Philadelphia Semiconductor Index merosot 3%.

Pelemahan yang cukup besar juga terlihat di antara saham maskapai penerbangan, seperti NYSE Arca Airline Index yang turun  2%.

Sementara itu pergerakan positif terlihat pada saham-saham jasa perminyakan yang melonjak dengan Philadelphia Oil Service Index naik sebesar 2,2%.