Lonjakan Yield Obligasi AS Menahan Usaha Rebound Wall Street

112
wall street

(Vibiznews – Index) – Saham-saham Wall Street yang berusaha rebound dari pelemahan sebelumnya, berbalik merosot hingga semua indeks merah  pada perdagangan yang berakhir Rabu dinihari (20/5/2026).

Nasdaq turun  0,8% menjadi 25.870,71, S&P 500 turun  0,7% menjadi 7.353,61 dan Dow Jones turun  0,7% menjadi 49.363,88.

Pelemahan di Wall Street terjadi di tengah lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah yang berkepanjangan, dengan imbal hasil obligasi acuan sepuluh tahun melonjak ke level tertinggi sejak Januari 2025.

Kekhawatiran tentang harga minyak mentah yang tinggi yang menyebabkan percepatan berkelanjutan dalam laju inflasi terus mendorong imbal hasil lebih tinggi.

Harga minyak mentah berjangka AS – WTI sedikit turun hari ini tetapi tetap jauh di atas $100 per barel di tengah konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Meskipun Presiden Donald Trump mengklaim telah membatalkan serangan terhadap Iran atas permintaan para pemimpin Teluk, investor tetap khawatir akan peningkatan kembali konflik tersebut.

Harga minyak mentah yang tinggi telah menyebabkan spekulasi bahwa Federal Reserve benar-benar dapat menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang untuk memerangi inflasi.

Dari laporan ekonomi,  Asosiasi Nasional Agen Real Estat (National Association of Realtors/NAR) merilis laporan yang menunjukkan penjualan rumah yang tertunda di AS melonjak lebih dari yang diperkirakan pada bulan April.

Secara sektoral, saham emas bergerak turun tajam hingga menekan NYSE Arca Gold Bugs Index turun 3,7%.

Pelemahan yang signifikan juga terlihat pada saham-saham maskapai penerbangan dengan NYSE Arca Airline Index anjlok 3,4%.