(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD rally masuki hari ketiga berturut pada perdagangan forex Eropa hari Senin (1/6/2026) di tengah pengamatan dengan cermat perkembangan di Timur Tengah.
Serangan AS terhadap Iran dan operasi Israel di Lebanon yang mendorong harga minyak lebih tinggi menimbulkan keraguan tentang gencatan senjata yang rapuh.
Hal ini menyebabkan investor sedikit meningkatkan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga Bank of England tambahan tahun ini.
Dari laporan ekonomi, harga rumah di Inggris turun 0,6% pada bulan Mei, lebih tajam dari perkiraan penurunan 0,1% dan penurunan bulanan terbesar sejak Juni 2025. Nationwide mengaitkan penurunan tersebut dengan melemahnya kepercayaan konsumen dan dampak konflik Iran terhadap harga energi.
Secara teknikal, pair bergerak mendekati posisi resisten kuat harian dan menurut analyst Vibiz Research Center berpotensi konsolidasi dengan bias positif.
Kini pair berada di posisi 1.3470 yang berusaha mendaki ke posisi 1.3490, jika tembus berpotensi lanjut ke resisten lemahnya di R2.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3490 akan turun kembali menuju 1.3444, jika tembus bergerak ke 1.3425 sebelum ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3566 | 1,3525 | 1,3490 | 1.3448 | 1.3413 | 1.3372 | 1.3336 |



