(Vibiznews – Index) – Rekor saham di bursa Jepang terpangkas pada perdagangan hari Selasa (2/6/2026) di tengah ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan.
Indeks harian Nikkei ditutup retreat dari posisi rekor penutuoan tertinggi sebelumnya setelah laporan media menunjukkan bahwa Iran telah menangguhkan pembicaraan dengan Washington sebagai tanggapan atas serangan Israel di Lebanon, meskipun Presiden Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi masih berlangsung.
Sementara itu dari sisi kebijakan moneter, pasar memperkirakan sekitar 78% kemungkinan bahwa Bank Sentral Jepang akan menaikkan suku bunga lagi akhir bulan ini karena tekanan inflasi yang terkait dengan konflik Timur Tengah terus meningkat.
Indeks harian Nikkei turun 0,3% dan ditutup pada 66.734, demikian untuk indeks Topix turun 0,42% menjadi 3.924.
Demikian untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Juni 2026 turun 0,49% pada posisi 66750.
Saham-saham yang pangkas rekor Nikkei seperti Murata Manufacturing (-2,5%), Fujikura (-2,2%), Furukawa Electric (-2,3%), Mitsubishi Heavy Industries (-3,3%), dan Toyota Motor (-2,1%).
Sementara itu, saham SoftBank Group naik lagi 1,1%, memperpanjang keuntungan setelah reli yang dipimpin oleh sektor teknologi di Wall Street yang dipicu oleh peluncuran chip PC baru.



