(Vibiznews-Forex) – Aussie dolar dalam pair AUDUSD berusaha mempertahankan momentum kuat pada perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat (5/6/2026) di tengah isyarat RBA wait and see.
Bank sentral Australia (RBA) telah melakukan tiga kali kenaikan suku bunga tahun ini, dan Gubernur Michele Bullock mengatakan kenaikan suku bunga mulai terasa di perekonomian.
Namun, ia menegaskan kembali bahwa inflasi tetap tinggi dan para pembuat kebijakan akan tetap waspada terhadap tekanan harga yang terus-menerus.
Pasar memperkirakan RBA akan mempertahankan suku bunga pada bulan Juni, dengan sekitar 50% kemungkinan kenaikan suku bunga lagi pada bulan Agustus dan penetapan harga penuh untuk kenaikan suku bunga pada bulan Desember.
Sentimen negatif datang dari kondisi pasar yang semakin terpukul oleh gencatan senjata AS-Iran yang rapuh, laporan tentang negosiasi yang macet, dan penurunan perdagangan terkait AI, yang membebani AUD yang sensitif terhadap risiko.
Pergerakan selanjutnya akan memantau rilis data pekerjaan atau NFP AS periode bulan Mei yang diperkirakan lebih rendah dari periode sebelumnya.
Secara teknikal pair AUDUSD sedang konsolidasi dibawah pelemahan sebelumnya setelah sempat rebound pasca rilis data neraca perdagangan. Menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD dalam fase bearish terbatas.
Kini pair berada di 0.7130 yang sedang mendaki ke posisi 0.7148 dan jika tembus akan berlanjut ke resisten lemahnya di R2.
Namun jika tidak sampai ke 0.7148, pair berbalik meluncur menuju posisi 0.7104 dan jika tembus masuk ke area support lemahnya di kisaran 0,7090.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7180 | 0,7160 | 0,7148 | 0,7134 | 0,7120 | 0,7107 | 0,7093 |








