Dolar AS Akhir Pekan Berakhir Melonjak Terdukung Penguatan Data Tenaga Kerja AS

76

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir naik pada akhir pekan hari Jumat setelah data Non Farm Payrolls AS bulan Mei yang lebih kuat dari perkiraan, memperkuat spekulasi bahwa langkah Fed selanjutnya akan berupa kenaikan suku bunga.

Indeks dolar AS ditutup naik 0,63% pada 1001,06.

Selain itu, aksi jual pasar saham pada hari Jumat meningkatkan permintaan likuiditas untuk dolar.

Dolar AS juga mendapat dukungan sebagai aset safe haven setelah AS dan Iran hanya sedikit mengalami kemajuan dalam pembicaraan mengenai kesepakatan perdamaian sementara, dengan bentrokan antara Israel dan Hizbullah yang masih berlangsung di Lebanon. Iran bersikeras pada gencatan senjata di Lebanon sebelum menerima kesepakatan AS untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz.

Jumlah pekerjaan di sektor non-pertanian AS pada Mei naik +172.000, lebih kuat dari ekspektasi sebesar +88.000. Selain itu, jumlah pekerjaan di sektor non-pertanian pada April direvisi naik menjadi +179.000 dari yang dilaporkan sebelumnya sebesar +115.000. Tingkat pengangguran Mei tetap tidak berubah di 4,3%, sesuai ekspektasi.

Pendapatan rata-rata per jam AS pada Mei naik +0,3% m/m dan +3,4% y/y, sesuai ekspektasi.

Kredit konsumen AS pada April meningkat sebesar $20,733 miliar, lebih kuat dari ekspektasi sebesar $17,670 miliar.

Pasar swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar +25 bp pada pertemuan FOMC berikutnya pada 16-17 Juni sebesar 1%.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik terpicu data Non Farm Payrolls Mei AS yang naik melebihi perkiraan memicu sentimen The Fed akan mempertahankan atau menaikkan suku bunganya. Juga ketegangan militer di Timur Tengah mendorong permintaan safe haven. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 100,39-100,71. Namun jika turun, bergerak dalam kisaran Support 99,45-98,83.