(Vibiznews – Forex) – Outlook mingguan forex global bersiap memasuki zona volatilitas tinggi pada pekan ini. Rangkaian keputusan suku bunga dari berbagai bank sentral utama dunia, dikombinasikan dengan rilis data ekonomi krusial dan dinamika geopolitik, pasti akan merombak peta kekuatan mata uang utama (pasangan utama).
Sorotan utama disampaikan pada pertemuan debut Federal Reserve di bawah kepemimpinan Ketua baru, Kevin Warsh, serta potensi normalisasi moneter agresif dari Bank of Japan (BoJ).
Berikut adalah proyeksi dan arah pergerakan pasar Forex pekan ini:
Dolar AS (Indeks USD) – Ujian Pertama Kevin Warsh & Potensi Hawkish
Indeks Dolar AS (DXY) diperkirakan akan bergerak dalam rentang konsolidasi tinggi dengan kecenderungan menguat (bias bullish).
Sentimen Utama: Meskipun The Fed secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan pertama di bawah Ketua Kevin Warsh, fokus pasar pertemuan pada pernyataan pasca-pertemuan.
Faktor Pendukung: Meningkatnya tekanan inflasi di AS akibat guncangan harga energi (efek penutupan Selat Hormuz) berpotensi memaksa Fed memberikan sinyal keterbukaan terhadap kenaikan suku bunga (penaikan suku bunga) di akhir tahun. Jika nada yang keluar bernada hawkish, Dolar AS berpeluang diperpanjang reli.
Kalender Ekonomi: Pasar perlu mencermati data Penjualan Ritel (proyeksi +0,5%) dan Produksi Industri AS.
EURUSD – Tertekan Sentimen ZEW dan Keperkasaan Dolar AS
Mata uang Euro yang diproyeksikan masih akan bergerak defensif di bawah bayang-bayang keperkasaan Dolar AS.
Sentimen Utama: Indikator Sentimen Ekonomi ZEW Jerman bulan Juni diperkirakan membaik untuk bulan kedua berturut-turut. Namun, karena proyeksi tersebut masih berada di zona negatif, stimulus untuk memperkuat Euro cenderung terbatas.
Proyeksi Pasar: EURUSD berpotensi menguji level support bawah jika data ritel AS di awal pekan keluar lebih kuat dari ekspektasi. Investor cenderung menunggu dan melihat terhadap rilis data produksi industri Zona Euro untuk mencari katalis tambahan.
GBPUSD – Menghadapi “Super Thursday” BoE dan Risiko Politik
Poundsterling akan menjadi salah satu mata uang paling volatil pekan ini seiring padatnya kalender ekonomi di Inggris.
Sentimen Utama: Bank of England (BoE) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75% pada hari Kamis. Investor masih meraba-raba arah kebijakan BoE untuk sisa tahun ini di tengah rilis data inflasi Mei, tingkat kemiskinan (diperkirakan bertahan di 5%), dan data upah yang melambat.
Faktor Politik: Pemilihan sela Makerfield di Inggris pada 18 Juni juga membayangi GBP. Dominasi Andy Burnham dari Partai Buruh berpotensi memicu spekulasi kebijakan fiskal ekspansif di bawah PM Keir Starmer, yang dapat memberi tekanan jangka pendek bagi Sterling.
Proyeksi Pasar: Pergerakan GBP/USD berpotensi bercampur dengan tren konsolidasi menjelang pengumuman BoE.
USDJPY – Menanti memicu Volatilitas dari BoJ
Pasangan mata uang USDJPY menjadi fokus utama para day trader pekan ini karena adanya potensi pergeseran kebijakan moneter yang masif di Tokyo.
Sentimen Utama: Di tengah inflasi yang persisten dan pelemahan Yen, Bank of Japan (BoJ) secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1%. Jika terealisasi, ini akan menjadi tingkat suku bunga tertinggi Jepang sejak tahun 1995.
Proyeksi Pasar: Rumor kenaikan ini telah membatasi kenaikan USDJPY. Jika BoJ benar-benar mengeksekusi kenaikan bunga secara agresif disertai pernyataan hawkish, Yen berpotensi mencetak reli penguatan tajam (bearish bagi USDJPY). Sebaliknya, jika BoJ mengecewakan pasar, USDJPY bisa kembali terbang menguji level resisten tertingginya.
AUDUSD
Reserve Bank of Australia (RBA) diperkirakan menahan suku bunga di level 4,35%. AUD kemungkinan akan bergerak sideways, sangat bergantung pada rilis data ekonomi Tiongkok (penjualan ritel dan produksi industri) yang menjadi mitra dagang utama mereka.
Pandangan Teknis & Strategi Forex Vibiznews
Secara keseluruhan, pekan ini adalah pekan bank sentral sehingga strategi terbaik bagi pelaku pasar adalah membatasi eksposur atau melakukan kliring menjelang hari Kamis (Super Thursday), di mana posisi BoE dan keputusan pasca-Fed akan saling bertubrukan.
Pilihan Utama: Trading pada Yen Jepang (JPY) menawarkan peluang volatilitas terbesar. Manfaatkan momentum pasca-keputusan BoJ untuk menangkap arah tren baru.








