(Vibiznews – Index) – Setelah mengalami tekanan di sesi sebelumnya, bursa saham Wall Street bangkit dengan pergerakan signifikan pada perdagangan yang berakhir hari Jumat (19/06/2026).
Kinerja kuat ini berhasil dipertahankan sepanjang hari, dipimpin oleh penguatan tajam pada sektor teknologi.
Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi melonjak 496,28 poin atau 1,9 persen menjadi 26.517,93, Indeks S&P 500 juga melonjak 1,1% menjadi 7.500,58, sementara Dow Jones naik tipis 0,1% menjadi 51.564,70.
Secara mingguan, semua indeks Wall Street tersebut cetak keuntungan yang cukup signifikan dengan Nasdaq melonjak 2,4%, S&P 500 naik 0,9%, dan Dow Jones naik 0,7%.
Pemulihan saham di Wall Street sebagian merespon berita bahwa AS dan Iran telah secara resmi menandatangani perjanjian pendahuluan (MOU) untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Perjanjian tersebut akan berlaku segera dan sebagai langkah pertama, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz dan Amerika Serikat akan mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Berita ini telah menyebabkan penurunan tajam harga minyak mentah, dengan harga minyak WTI terjun ke posisi terendah sejak akhir Februari.
Sementara itu, lonjakan saham Intel (INTC) juga mendorong rally saham semikonduktor dengan melonjak 10,6% ke rekor tertinggi intraday.
Lonjakan saham Intel terjadi setelah Trump mengatakan dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa Apple (AAPL) telah setuju untuk bekerja sama dengan Intel untuk mendesain dan membangun chipnya di AS.
Dari sisi laporan ekonomi, data klaim pengangguran AS pada minggu yang berakhir 13 Juni turun menjadi 226.000, penurunan 4.000 dari angka revisi minggu sebelumnya sebesar 230.000.
Secara sektoral, saham-saham semikonduktor memimpin kenaikan dan mendorong Philadelphia Semiconductor Index naik 6,4% ke rekor penutupan tertinggi.
Penurunan harga baja akibat penurunan harga minyak mentah juga berkontribusi pada penguatan substansial di antara saham-saham maskapai penerbangan dengan NYSE Arca Airline Index melonjak 3,8%.
Namun pergerakan sebaliknya terlihat pada saham-saham energi dan emas yang bergerak turun tajam.
Sebagai informasi, perdagangan bursa saham Amerika Serikat hari Jumat ditutup karena libur publik Juneteenth National Independence Day.








