(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Senin sore ini (20/7), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup melemah, mengurangi loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa turun tipis setelah menguat perlahan 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore melemah 0,25% atau 45 poin ke level Rp 17.935 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.890. Rupiah terpantau terkoreksi meninggalkan area 3 minggu tertingginya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.939 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.968, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 17.935.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa turun tipis setelah menguat perlahan 2 hari di sesi global sebelumnya, tertahan setelah menanjak oleh situasi perang Iran yang mendorong investor memburu lagi aset safe haven.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini turun terbatas ke 100,72, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 100,75.
Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi terpantau menguat 56,245 poin (0,91%) ke level 6.213,780, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias melemah di tengah tensi geopolitik Timteng yang berlanjut memanas dan menaikkan harga minyak, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan di zona merah dipicu aksi jual saham semiconductors.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak turun, Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp18.126 – Rp17.845.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting







