Indeks Hang Seng Jumat Ditutup Naik Terbantu Saham Perbankan

58
Foto : Vibizmedia

(Vibiznews – Index) Bursa saham Hong Kong ditutup menguat tipis pada akhir pekan perdagangan hari Jumat, 31 Juli 2026. Indeks Hang Seng mengakhiri sesinya dengan kenaikan sebesar 0,10 persen atau bertambah 25,55 poin untuk menetap di level 25.884,43. Berbeda dengan lonjakan masif yang mewarnai bursa saham di kawasan regional lainnya seperti Jepang dan Korea Selatan, pergerakan pasar Hong Kong pada hari ini cenderung lebih terbatas dan bergerak dalam rentang konsolidasi.

Sepanjang pergerakan sesi hari ini, indeks Hang Seng terpantau berfluktuasi setelah dibuka pada posisi 25.837,72. Indeks sempat tertekan dan meluncur menyentuh level terendah harian di 25.622,92, sebelum akhirnya berbalik arah mendaki hingga mencapai level tertinggi di 25.917,20, dan pada akhirnya ditutup sedikit di atas level penutupan hari sebelumnya yang berada di posisi 25.858,88.

Laju penguatan indeks yang terbatas ini sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi dari China daratan. Pergerakan bursa sempat tertahan oleh sentimen negatif domestik setelah laporan Purchasing Managers Index atau PMI manufaktur resmi China untuk bulan Juli secara tak terduga kembali terperosok ke zona kontraksi. Kondisi ini seketika memicu kekhawatiran baru di kalangan investor atas masih lambatnya laju pemulihan ekonomi di negara tersebut.

Tekanan tambahan pada laju indeks juga datang dari pergerakan variatif saham-saham di sektor teknologi utama yang sempat menjadi beban pada awal sesi perdagangan. Beberapa saham teknologi raksasa mencatatkan pelemahan yang cukup tajam, di mana saham Xiaomi merosot 5,61 persen, diikuti oleh pelemahan JD.com sebesar 3,9 persen, serta Meituan yang turun 2,86 persen. Kendati demikian, pelemahan pasar yang lebih dalam berhasil dihindari berkat saham Alibaba yang masih mampu mencatatkan kenaikan sebesar 2,06 persen.

Di sisi lain, pasar mendapatkan dukungan moral yang cukup kuat dari hasil rapat Politbiro China baru-baru ini. Dalam pertemuan tersebut, para pembuat kebijakan berjanji akan meningkatkan ketahanan pasar modal dan menerapkan kebijakan penyesuaian kontra-siklus guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua. Janji stimulus kebijakan ini memberikan angin segar bagi para pelaku pasar, yang kemudian diiringi oleh maraknya aksi beli pada saham-saham sektor finansial. Pergerakan saham perbankan raksasa seperti HSBC Holdings yang naik 1,28 persen berhasil menjadi pilar penopang utama bagi indeks Hang Seng, sehingga pasar mampu bertahan di zona hijau hingga akhir jam perdagangan pekan ini.