Indeks Nikkei Kamis Ditutup Melemah Terbebani Pelemahan Saham Teknologi

66
nikkei
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) Indeks Nikkei Jepang ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Kamis, 6 Agustus 2026, mematahkan reli besar pada sesi sebelumnya di mana indeks sempat meroket hingga lebih dari 3%, seiring aksi jual yang terpusat pada saham-saham raksasa investasi AI dan komponen semikonduktor.

Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 617,18 poin, atau turun 0,93%, dan berakhir di level 65.683,26. Sepanjang sesi perdagangan hari ini, pergerakan indeks tercatat tertekan sejak pembukaan. Setelah dibuka terkoreksi di level 65.896,00 dari posisi penutupan sebelumnya di 66.300,44, indeks sempat merosot dalam hingga menyentuh titik terendah harian di 64.942,07, sebelum akhirnya sedikit membatasi pelemahan menjelang penutupan. Sebagai catatan, rekor tertinggi 52 minggu indeks saat ini berada di 72.831,73, sementara rekor terendahnya di 40.423,13.

Berbeda dengan indeks utama, indeks Topix yang mencakup pasar lebih luas justru berhasil ditutup menguat tipis 0,24% ke level 4.055,85. Perbedaan arah pergerakan ini menunjukkan bahwa aksi jual hari ini hanya terpusat pada kelompok saham tertentu, sementara sektor domestik, defensif, dan barang konsumsi justru bergerak tangguh menopang bursa secara keseluruhan.

Pelemahan Nikkei 225 hari ini tidak lepas dari bobot indeks yang sangat terekspos pada saham teknologi kelas berat, sehingga membuatnya rentan melemah setelah sektor teknologi di Wall Street semalam mendingin. Saham perusahaan seperti Kioxia dilaporkan terjun bebas hingga lebih dari 9%, menjadi salah satu penekan utama indeks pada sesi ini. Kondisi ini diperparah oleh aksi ambil untung yang masif, seiring investor memanfaatkan momentum pasca-reli 2.300 poin kemarin untuk mengamankan keuntungan jangka pendek, sembari mengantisipasi rilis data makroekonomi global penting menjelang akhir pekan ini.

Di sisi lain, meskipun ketegangan pasokan energi sedikit mereda akibat kemajuan negosiasi pembukaan Selat Hormuz di Timur Tengah, bursa saham Jepang tetap terkoreksi karena fokus penuh pasar beralih pada perputaran sektor keluar dari saham-saham pertumbuhan teknologi menuju saham yang lebih defensif dan stabil.