Forex EUR/USD 19 Agustus 2026 : Naik Terpicu Pelemahan Dolar AS dan Kenaikan Inflasi

29

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun terhadap dolar AS pada hari Selasa, akibat menguatnya dolar AS dan harga minyak.

Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun tipis 0,04% pada 1.1576.

Euro berada di bawah tekanan akibat penguatan dolar AS.

Selain itu, lonjakan harga minyak mentah ke level tertinggi dalam 3 minggu pada hari Selasa berdampak negatif (bearish) bagi ekonomi Zona Euro dan mata uang euro, mengingat Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya.

Namun penurunan Euro tertahan setelah survei ekspektasi pertumbuhan ekonomi ZEW Jerman untuk bulan Agustus naik melampaui perkiraan ke level tertinggi dalam 6 bulan.
Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Eropa memperkuat diferensial suku bunga euro, dengan imbal hasil obligasi pemerintah Jerman (Bund) tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam 15 tahun sebesar 3,272% pada hari Selasa.

Survei ekspektasi pertumbuhan ekonomi ZEW Jerman untuk bulan Agustus naik +7,9 ke level tertinggi dalam 6 bulan di angka 34,2, melampaui ekspektasi sebesar 30,0.

Kepala Ekonom ECB, Philip Lane, menyatakan bahwa laju kenaikan harga konsumen di Zona Euro kemungkinan akan tetap berada “jauh di atas” target 2% ECB tahun ini akibat konflik terkait Iran.

Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 95% bagi ECB untuk menaikkan suku bunga sebesar +25 basis poin (bp) pada pertemuan kebijakan berikutnya tanggal 10 September.

Terpantau dolar AS bergerak lemah setelah Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun ke 4,68% dan tenor 30 tahun turun ke 5,27%.

Rilis data inflasi Zona Euro bulan Juli sore hari ini naik sesuai perkiraan.

Inflasi Juli Zona Euro secara bulanan naik menjadi 0,2% dari -0,1% bulan sebelumnya. Secara tahunan naik menjadi 2,9% dari 2,8% bulan sebelumnya.

Inflasi inti Juli Zona Euro secara tahunan naik menjadi 2,5% dari 2,4% bulan sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak naik terpicu pelemahan dolar AS dan kenaikan inflasi Juli Zona Euro sesuai perkiraan. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1619-1.1633. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 1.1581-1.1557.