Bursa Wall Street Ditutup Turun Terpicu Pelemahan Yield Treasury AS

58
New York Stock Exchange - Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) – Bursa Saham Wall Street pada penutupan pasar hari Selasa waktu AS (25 Agustus 2026) berakhir menguat kompak, mencatatkan penguatan selama tiga sesi perdagangan berturut-turut. Penguatan ini didorong oleh turunnya imbal hasil (yield) obligasi Treasury AS serta rebound saham-saham teknologi raksasa menjelang rilis laporan kinerja kuartalan Nvidia yang dijadwalkan keluar pada hari Rabu.

Indeks S&P 500 ditutup menguat +0,32% ke posisi 7.677,28, semakin mendekati level rekor tertingginya sepanjang masa yang sempat dicetak pada awal bulan ini. Indeks Nasdaq Composite ditutup naik +0,66% ke posisi 26.151,30, memimpin penguatan berkat kebangkitan sektor teknologi. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat +0,30% atau 160,24 poin ke level 53.577,40.

Penurunan harga minyak dan meredanya kekhawatiran inflasi menjadi salah satu faktor pendorong utama pasar pada sesi perdagangan kali ini. Harga minyak mentah Brent ditutup di bawah level USD 90 per barel seiring meredanya kekhawatiran eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini turut mengurangi ketakutan pasar terhadap risiko inflasi, sehingga mendorong kenaikan harga obligasi Treasury AS dan membuat imbal hasilnya bergerak turun.

Antusiasme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) dan teknologi turut menopang penguatan pasar. Saham-saham cip kembali bergairah setelah sempat terkoreksi dalam pada beberapa hari sebelumnya, dengan investor mengantisipasi rilis data keuangan Nvidia Corp untuk mengukur kekuatan prospek industri AI ke depan.

Saham-saham yang menggerakkan bursa hari Selasa di antaranya:

Nvidia (NVDA) naik +2,2%, memutus tren pelemahan yang sempat berlangsung beberapa hari sebelumnya menjelang rilis laporan kinerjanya.

Advanced Micro Devices (AMD) melonjak +4,9% setelah mendapatkan kenaikan peringkat (upgrade rating) dari kalangan analis.

Meta Platforms menguat hampir +2%, turut menopang penguatan di sektor teknologi secara keseluruhan.

Moderna melejit +14% setelah target harga sahamnya dinaikkan oleh Barclays.

Di sisi lain, penguatan pasar sedikit tertahan oleh data ekonomi AS yang lebih lemah dari ekspektasi, dengan penjualan rumah baru bulan Juli turun -10,7% secara bulanan, serta indeks kepercayaan konsumen Conference Board bulan Agustus yang juga melemah dari bulan sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Wall Street pada sesi perdagangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh rilis laporan kinerja kuartalan Nvidia yang akan menjadi barometer penting keberlanjutan tren investasi AI, data inflasi PCE bulan Juli, serta pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh pada pertemuan Jackson Hole yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini.