Bursa Wall Street Senin Ditutup Melemah Terpicu Kekhawatiran Geopolitik di Timur Tengah

91
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) – Bursa Saham Wall Street pada penutupan pasar hari Senin waktu AS (Selasa pagi WIB, 1 September 2026) berakhir melemah, menutup perdagangan terakhir bulan Agustus dengan nada negatif. Kekhawatiran geopolitik baru di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak, yang kembali membangkitkan kecemasan pasar terhadap risiko inflasi dan potensi pengetatan kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah -0,70% atau 374,09 poin ke level 53.185,90. Indeks S&P 500 ditutup turun -0,33% atau 25,62 poin ke level 7.686,14. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite ditutup melemah -0,12% atau 31,53 poin ke level 26.370,89. Meskipun ditutup memerah pada hari terakhir, ketiga indeks utama tetap berhasil membukukan keuntungan bulanan sepanjang bulan Agustus 2026.

Eskalasi geopolitik antara AS dan Iran menjadi katalis utama pelemahan pasar pada sesi perdagangan kali ini. Sentimen pasar digerakkan oleh aksi militer pertama dalam sebulan terakhir, di mana pasukan AS menyerang peluncur roket Iran di Selat Hormuz. Saling serang tersebut mengganggu jalur distribusi energi global yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia.

Akibat konflik tersebut, harga minyak mentah Brent melonjak +2,7% hingga kembali menembus level di atas USD 90 per barel. Sektor energi menjadi satu-satunya sektor di S&P 500 yang berhasil menghijau dengan kenaikan +1,5%, dipimpin oleh emiten-emiten raksasa seperti ExxonMobil dan Chevron.

Kenaikan harga energi tersebut memicu spekulasi bahwa inflasi AS akan kembali bersifat sticky atau persisten. Investor kini bertaruh bahwa Federal Reserve berpotensi menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan bulan September mendatang, sejalan dengan sinyal hawkish yang sebelumnya disampaikan Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole.

Tekanan turut terlihat pada saham-saham teknologi dan utilitas. Saham megacap yang sensitif terhadap kredit seperti Microsoft, Alphabet, dan Amazon kompak turun lebih dari -1%. Sementara itu, sektor utilitas California seperti PG&E ambruk -20% dan Edison International anjlok -23%, setelah senat setempat menolak draf aturan keringanan beban hukum terkait risiko kebakaran hutan.

Meski akhir bulan ditutup kurang menggembirakan, pasar tetap mengapresiasi ketahanan Wall Street sepanjang bulan Agustus berkat meredanya kekhawatiran disrupsi terkait investasi teknologi AI. Sepanjang bulan Agustus, indeks Dow Jones menguat +1,3% dan mencatatkan kenaikan bulanan lima kali berturut-turut, indeks S&P 500 naik +2,5%, sementara indeks Nasdaq melesat +3%.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Wall Street pada sesi perdagangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan lebih lanjut eskalasi geopolitik AS-Iran di Selat Hormuz serta arah pergerakan harga minyak dunia, sembari pasar tetap mencermati ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed pada pertemuan bulan September mendatang menyusul sinyal hawkish yang telah disampaikan sebelumnya.