Bursa Wall Street Rabu Ditutup Menguat; Saham-saham Teknologi Meroket

78
Fifth Avenue, midtown Manhattan Newyork City USA. 1 Juli 2024 - Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) – Bursa Saham Wall Street pada penutupan pasar hari Rabu waktu AS (2 September 2026) berakhir bangkit dan menguat, sekaligus mengakhiri tren pelemahan yang berlangsung selama tiga hari perdagangan berturut-turut. Aksi rebound ini didorong oleh meredanya tekanan imbal hasil (yield) obligasi AS (US Treasury) serta meroketnya saham-saham teknologi besar seperti Nvidia dan performa gemilang Dell Technologies.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat +0,56% atau 295,07 poin ke level 53.061,95. Indeks S&P 500 ditutup naik +0,46% atau 35,13 poin ke level 7.666,60. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite ditutup menguat +0,45% atau 118,05 poin ke level 26.217,83.

Mendinginnya yield obligasi menjadi katalis utama penggerak pasar pada sesi perdagangan kali ini. Tekanan di pasar surat utang mulai mereda setelah yield US Treasury tenor 10 tahun turun ke level 4,78%, dari titik puncaknya di posisi 4,81%. Jeda kenaikan yield yang sempat membawa obligasi ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir ini memberikan ruang bernapas bagi pasar saham untuk kembali menguat.

Sektor teknologi kembali memimpin penguatan pasar pada sesi perdagangan kali ini. Saham Nvidia (NVDA) melonjak lebih dari +3% dan menjadi salah satu pendorong utama indeks. Sektor korporasi juga diramaikan oleh Dell Technologies (DELL) yang melejit +15,8% dan memimpin penguatan di dalam indeks S&P 500, usai perusahaan menaikkan proyeksi laba serta pendapatan tahunannya berkat bisnis server AI yang tumbuh pesat.

Harga minyak dunia turut menunjukkan stabilisasi meskipun tensi militer antara AS dan Iran masih membara. Laju kenaikan harga minyak global cenderung tertahan dan bergerak lebih stabil, dengan minyak mentah Brent bertengger di level USD 95,63 per barel.

Dari sisi kebijakan moneter, ekspektasi pasar terhadap kepastian kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan September sedikit diredam oleh pernyataan salah satu pejabat The Fed yang berupaya menenangkan kekhawatiran pelaku pasar.

Data tenaga kerja turut menjadi perhatian investor pada sesi perdagangan kali ini. Pemroses data penggajian ADP melaporkan penambahan tenaga kerja sektor swasta AS pada bulan Agustus hanya sebesar 38.000 pekerjaan, lebih rendah dari estimasi pasar. Angka tersebut mengindikasikan pendinginan ekonomi yang selama ini dinantikan oleh bank sentral sebagai justifikasi pelonggaran kebijakan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Wall Street pada sesi perdagangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh arah lanjutan yield obligasi AS, keberlanjutan momentum positif sektor teknologi dan AI pasca kinerja Nvidia serta Dell Technologies, dan data ketenagakerjaan AS lanjutan yang akan menjadi pertimbangan penting bagi keputusan suku bunga The Fed pada pertemuan bulan September mendatang.