(Vibiznews – Forex) Pasangan mata uang USD/JPY turun -2,07% hari ini, Kamis, 3 September 2026.
Yen menguat tajam dan sempat mencapai level tertinggi dalam satu bulan terhadap dolar.
Kekhawatiran akan kemungkinan intervensi Jepang di pasar mata uang demi mendukung yen memicu aksi short covering (pembelian kembali posisi jual) hari ini, setelah pejabat tinggi mata uang Jepang, Atsushi Mimura, menyatakan ketidakpuasannya terhadap situasi yen saat ini dan berjanji untuk “melanjutkan perjuangan di pasar valas.”
Penguatan yen semakin cepat akibat spekulasi bahwa *Government Pension Investment Fund* (Dana Investasi Pensiun Pemerintah) Jepang mungkin akan meningkatkan alokasi obligasi pemerintah Jepang, yang menjadi sentimen positif bagi yen.
Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS hari ini turut mendukung penguatan yen.
Yen juga mendapat dukungan mendasar dari meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BOJ) pada akhir bulan ini.
Pasar memperhitungkan peluang sebesar 98% bahwa BOJ akan menaikkan suku bunga sebesar +25 bp pada pertemuan kebijakan tanggal 18 September.








