(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Senin sore ini (21/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup melemah signifikan, menambah loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa merangkak naik setelah melemah perlahan 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini melemah 0,51% atau 90 poin ke level Rp 17.830 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.740. Rupiah terpantau dalam tren bearish 7 hari terakhir ke level hampir 5 minggu terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.740 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.833, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp17.830.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah melemah perlahan 2 hari di sesi global sebelumnya, menghampiri kembali area 7 minggu tertingginya setelah rehat oleh turunnya harga minyak mentah dunia.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 100,31, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 100,21.
Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi terpantau melemah 56,433 poin (0,88%) ke level 6.384,726, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias menguat di tengah harga minyak dunia yang kembali turun walau masih di atas $100 per barrel, serta mencermati Wall Street yang di akhir pekan bias melemah secara terbatas.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.855 – Rp17.605.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting







