Rekomendasi Forex EUR/USD 23 September 2026 : Terbebani Penguatan Dolar AS

44

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro turun ke level terendah dalam 7 minggu dan ditutup turun pada hari Selasa terbebani penguatan dolar AS.

Pasangan mata uang EUR/USD ditutup melemah 0,13% pada 1.4489.

Penguatan dolar pada hari Selasa menekan posisi euro.

Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Eropa juga membebani euro; imbal hasil obligasi Jerman (Bund) tenor 10 tahun turun ke level terendah dalam 1,5 minggu di angka 3,422% pada hari Selasa, sehingga memperlemah selisih suku bunga yang menguntungkan euro.

Penurunan euro semakin tajam setelah indeks keyakinan konsumen Zona Euro bulan September turun melebihi perkiraan.

Namun, pelemahan euro pada hari Selasa tertahan oleh kekhawatiran bahwa ECB mungkin harus terus memperketat kebijakan moneter. Hal ini menyusul pernyataan Kepala Ekonom ECB, Philip Lane, bahwa gelombang baru harga energi yang tinggi berarti inflasi Zona Euro akan tetap tinggi lebih lama daripada perkiraan awal ECB.

Selain itu, penurunan harga minyak mentah sebesar 1% ke level terendah dalam 3 minggu pada hari Selasa memberikan dukungan bagi ekonomi Zona Euro dan mata uang euro, mengingat Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya.

Indeks keyakinan konsumen Zona Euro bulan September turun 1,0 poin menjadi -16,5, lebih lemah dari perkiraan sebesar -16,0.

Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 48% bagi ECB untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) pada pertemuan kebijakan berikutnya tanggal 29 Oktober.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun jika dolar AS menguat. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1427-1.1404. Namun jika naik akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1475-1.1500