(Vibiznews – Forex) Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun pada hari Rabu, 30 September 3036, terbebani penguatan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,09% pada 1.1330.
Euro sempat bergerak naik pada hari Rabu karena tanda-tanda inflasi yang lebih cepat di Jerman dianggap sebagai sinyal hawkish bagi kebijakan ECB dan mendukung penguatan euro, menyusul kenaikan IHK (CPI) Jerman bulan September yang melampaui perkiraan.
Selain itu, kenaikan harga minyak mentah sebesar 1% pada hari Rabu meningkatkan risiko inflasi yang dapat mendorong ECB untuk terus memperketat kebijakan moneter—sebuah faktor yang menguntungkan bagi euro.
Data perubahan jumlah pengangguran Jerman bulan September mencatat kenaikan sebesar 12.000, yang mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja lebih lemah dibandingkan ekspektasi kenaikan sebesar 500.
Penjualan ritel Jerman bulan Agustus naik 1,3% secara bulanan (*m/m*); ini merupakan kenaikan terbesar dalam 14 bulan terakhir, meskipun sedikit di bawah ekspektasi kenaikan sebesar 1,5% *m/m*.
IHK Jerman bulan September (berdasarkan standar harmonisasi UE) naik 0,6% *m/m* dan 3,3% secara tahunan (*y/y*), melampaui ekspektasi kenaikan sebesar 0,5% *m/m* dan 3,2% *y/y*; kenaikan 3,3% *y/y* tersebut merupakan peningkatan tahunan terbesar dalam 2,75 tahun terakhir.
Pasar memperhitungkan peluang sebesar 26% bagi kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 bp pada pertemuan kebijakan ECB berikutnya tanggal 29 Oktober.
Sore dan malam nanti akan ada pernyataan dari Presien ECB Lagarde dan pejabat ECB Machado, Cipollone, Montagner, Schnabel.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun jika kenaikan dolar AS berlanjut. Namun jika pernyataan Presiden ECB dan pejabat ECB memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan suku bunga ECB, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1309-1.1287. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1366-1.1401.








