(Vibiznews-Forex) – Aussie dolar dalam pair AUDUSD bergerak rebound dari kisaran terendah dalam 2 bulan jelang akhir perdagangan sesi Asia hari Jumat (10/10/2026) oleh koreksi dolar AS terhadapa semua rival utamanya.
Dolar Australia (Aussie) berada di jalur penurunan mingguan keempat berturut-turut meskipun Reserve Bank of Australia telah menaikkan suku bunga acuan ke level tertinggi dalam 15 tahun sebesar 4,6% pada bulan September.
Hal ini terjadi karena investor melihat ruang yang terbatas untuk pengetatan lebih lanjut sementara para pembuat kebijakan mengevaluasi dampak dari kenaikan suku bunga sebelumnya.
Penurunan tajam di pasar perumahan dan kenaikan tingkat pengangguran yang stabil semakin mengurangi ekspektasi akan kenaikan suku bunga lanjutan, di mana pasar memperkirakan peluang sebesar 22% untuk kenaikan pada bulan Oktober dan 38% untuk bulan Desember.
Sementara itu, dolar AS diperkuat data ekonomi yang solid, imbal hasil Treasury yang tinggi, dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Imbal hasil AS yang lebih tinggi telah mempersempit selisih imbal hasil (yield spread) obligasi Australia ke level terendah dalam setahun, sehingga mengurangi dukungan bagi mata uang tersebut.
Aussie mendapatkan sedikit dukungan tidak langsung dari pelemahan euro di tengah kekhawatiran mengenai utang Prancis.
Secara teknikal pair AUDUSD masih dalam tekanan bearish dan menurut analis Vibiz Research Center masih akan konsolidasi diatas garis pivotnya.
Kini pair berada di 0.6934 yang naik menuju posisi 0.6942. Jika berhasil, target kenaikan berikutnya langsung menuju 0.6960 sebelum menguji resisten lemahnya di R2.
Namun jika tidak dapat menyentuh posisi 0.6940, akan tertekan turun ke posisi pivot. Jika tembus akan menguji posisi support kuat di 0.6904.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7010 | 0,6982 | 0,6956 | 0,6930 | 0,6904 | 0,6878 | 0,6852 |








