Rekomendasi Forex EUR/USD 2 Oktober 2026 : Dapat Tertekan Penguatan Dolar AS; Dapat Terangkat Kenaikan Inflasi

9

(Vibiznews – Forex) Pasangan mata uang turun ke level terendah dalam 16 bulan dan berakhir melemah pada hari Kamis, 1 Oktober 2026 akibat tekanan dari penguatan dolar AS.

Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,77% pada 1.1243.

Lonjakan harga minyak mentah sebesar 2% pada hari Kamis juga berdampak negatif bagi ekonomi Zona Euro dan mata uang euro, mengingat Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya.

Euro juga berada di bawah tekanan akibat risiko fiskal dan politik di Prancis setelah pemerintah Prancis mengumumkan rencana untuk memperkecil defisit anggaran; rencana ini harus disahkan sebelum akhir Desember guna menghindari ketergantungan pada undang-undang darurat. Beban utang Prancis diproyeksikan akan melampaui 120% dari PDB pada tahun depan.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur S&P Zona Euro untuk bulan September direvisi naik sebesar 0,2 poin menjadi 52,9 dari angka sebelumnya 52,7, yang mencerminkan laju ekspansi tercepat dalam 4,25 tahun terakhir.

Pasar memperhitungkan peluang sebesar 21% untuk kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 bp pada pertemuan kebijakan ECB berikutnya tanggal 29 Oktober.

Sore nanti akan dirilis data Inflasi September Zona Euro dan Inflasi Inti September Zona Euro, yang keduanya diindikasikan meningkat.

Dari AS, malam nanti akan dirilis data Non Farm Payrolls September AS yang diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun jika kenaikan dolar AS berlanjut. Namun jika data Inflasi dan Inflasi Inti September Zoan Euro terealisir naik, akan menguatkan Euro. Juga jika data Non Farm Payrolls September AS terealisir menurun dan menekan dolar AS, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1194-1.1144. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1315-1.1386.