(Vibiznews – Bonds) Imbal hasil Treasury AS merosot pada hari Jumat, 2 Oktpber 2026, setelah laporan ketenagakerjaan bulan September yang lemah secara tak terduga, memicu sentimen Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga pada bulan Oktober.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun lebih 3 basis poin menjadi 5,20% setelah sempat mencapai level tertinggi sejak tahun 2002 pada minggu ini.
Imbal hasil Treasury tenor 30 tahun turun hampir 2 basis poin menjadi 5,58%.
Imbal hasil Treasury tenor 2 tahun, yang paling sensitif terhadap langkah kebijakan The Fed, turun lebih 3 basis poin menjadi 4,75%.
Data Non Farm Payrolls (jumlah lapangan kerja di luar sektor pertanian) hanya bertambah 29.000 pada bulan tersebut, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,2% dari 4,1%, menurut laporan Biro Statistik Tenaga Kerja pada hari Jumat. Para ekonom yang disurvei oleh
Dow Jones sebelumnya memperkirakan adanya penambahan 84.000 lapangan kerja dan tingkat pengangguran yang tetap stabil.
Angka ketenagakerjaan bulan Agustus direvisi turun menjadi penambahan 133.000 lapangan kerja.
Para pelaku pasar kini melihat adanya peluang sebesar 84% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan bulan Oktober, menurut perangkat FedWatch dari CME Group.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, imbal hasil Treasury AS melemah akibat penurunan data tenaga kerja AS yang dapat menahan The Fed untuk menaikkan suku bunga pada bulan Oktober 2026.






