(Vibiznews – Index) – Bursa saham Hong Kong membalikkan sebagian dari kenaikan sesi sebelumnya perdagangan hari Rabu (7/10/2026) seiring kembali naiknya harga minyak yang memicu kekhawatiran terkait inflasi dan suku bunga.
Harga minyak mentah Brent naik setelah badai mengancam fasilitas minyak di Teluk AS dan kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan terhadap target-target di Arab Saudi, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai pasokan energi global.
Kenaikan harga minyak tersebut mengimbangi sentimen positif dari Wall Street, sementara pasar terus menurunkan ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve bulan ini.
Aktivitas perdagangan di Hong Kong juga tetap lesu karena pasar Tiongkok dan layanan Stock Connect Southbound tutup untuk libur Hari Nasional, sehingga membatasi dukungan pembelian dari Tiongkok.
Indeks Hang Seng ditutup turun 0,6% pada level 24.131, demikian indeks saham Cina Enterprise (HSCE) turun 0,57% menjadi 8.082,40.
Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan September 2026 bergerak negatif dengan berakhir turun 0,60% menjadi 24110.
Secara sektoral, saham-saham sektor kesehatan dan teknologi membebani Hang Seng seperti Tencent (-1,8%), Wuxi Biologics (-2,1%), Genscript Biotech (-12,7%), Xiaomi (-1,3%), dan Z.AI Co. (-2,7%).








