Rekomendasi Forex Dolar AS 8 Oktober 2026 : Terdukung Risalah FOMC Hawkish; Dapat Tertekan Data Jobless Claim

146

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir naik pada hari Rabu, 7 Oktober 2026, terdukung kenaikan imbal hasil Treasury AS dan risalah FOMC yang hawkish.

Indeks dolar AS ditutup naik 0,32% pada 102,24.

Dolar AS naik terdukung kenaikan imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun yang naik ke level tertinggi dalam 24 tahun sebesar 5,36%.

Dukungan juga datang dari risalah rapat FOMC tanggal 15-16 September yang bernada hawkish.

Risalah rapat FOMC tanggal 15-16 September menunjukkan sikap hawkish, di mana ke-19 pejabat mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 bp, dengan pernyataan bahwa “sebagian besar peserta menilai kenaikan lanjutan pada kisaran target suku bunga kemungkinan akan tepat dilakukan menjelang akhir tahun.” Selain itu, beberapa pejabat menyatakan bahwa risiko inflasi cenderung meningkat (skewed to the upside), dan banyak yang berpendapat bahwa kondisi keuangan masih terlihat mendukung.

Dolar AS sempat turun dari level tertingginya pada hari Rabu setelah data kredit konsumen AS bulan Agustus mencatat kenaikan yang lebih rendah dari perkiraan.

Kredit konsumen AS bulan Agustus naik sebesar +$8,281 miliar, angka yang lebih rendah dibandingkan perkiraan kenaikan sebesar +$15,000 miliar.

Dolar AS juga mendapat tekanan setelah harga minyak mentah kehilangan kenaikan awal dan jatuh tajam. Penurunan harga minyak mentah meredakan ekspektasi inflasi.

Data aplikasi hipotek MBA AS turun -4,2% pada pekan yang berakhir 2 Oktober; sub-indeks hipotek untuk pembelian rumah turun -2,1% dan sub-indeks hipotek untuk pembiayaan kembali (refinancing) turun -7,5%. Rata-rata suku bunga hipotek tetap (fixed-rate) tenor 30 tahun naik +19 basis poin (bp) ke level tertinggi dalam 2,75 tahun sebesar 7,49%, naik dari 7,30% pada pekan sebelumnya.

Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 17% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar +25 bp pada rapat FOMC berikutnya tanggal 27-28 Oktober.

Malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claim AS yang diindikasikan meningkat.

Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Musalem.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik terdukung kenaikan imbal hasil Treasury AS dan risalah FOMC yang hawkish. Namun jika data Initial Jobless Claim AS terealisir naik, akan menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 102,53-102,80. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 101,94-101,62.