Kospi Terjun ke Terendah 5 Pekan Setelah Anjlok 3 Hari Berturut

103

(Vibiznews – Index) – Bursa Korea Selatan memperpanjang penurunan selama tiga sesi berturut-turut hingga perdagangan hari Kamis (8/10/2026) akibat tekanan dari tingginya imbal hasil obligasi global dan kekhawatiran inflasi terhadap pasar saham.

Indeks harian Kospi ditutup anjlok ke posisi terendah dalam 5 pekan juga disebabkan oleh melonjaknya harga minyak mentah dunia.

Imbal hasil obligasi AS (Treasury) tenor 10 tahun naik ke level tertinggi sejak 2002, pada saat yang sama harga minyak mentah Brent melonjak tinggi yang menambah risiko inflasi dan membatasi ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter.

Sementara itu risalah rapat Federal Reserve menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat mendukung kenaikan suku bunga lanjutan sebelum akhir tahun; hal ini memberikan tekanan khususnya pada saham-saham sektor teknologi.

Indeks harian Kospi turun 2,62% dan ditutup pada level 6.626, demikian untuk indeks Kospi 200 berjangka bulan Desember 2026 ditutup anjlok 2,83% ke posisi 1048,25.

Saham-saham besar yang kembali merugikan Kospi seperti Samsung Electronics (-1,49%), SK hynix (-1,51%), SK Square (-7,18%), Hyundai Motor (-3,27%), Hanwha Aerospace (-7,30%), dan Doosan Enerbility (-6,21%).