(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Jumat sore ini (9/10), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup menguat, stabil dari gain sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa menurun setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini menguat 0,11% atau 20 poin ke level Rp 17.875 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.895. Rupiah terpantau di sekitar posisi seminggu tertingginya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.885 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.895, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp17.875.
Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa menurun setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya, meninggalkan area 1,5 tahun tertingginya di antara yields obligasi Uni Eropa yang dalam koreksi.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini turun ke 102,08, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 102,11.
Sementara itu, IHSG Jumat di akhir sesi terpantau menguat 62,475 poin (1,04%) ke level 6.093,759, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed menguat di antara fluktuasi harga minyak mentah dunia mengikuti tensi geopolitik Timur Tengah dan concern pasar atas tekanan inflasi global, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam variatif dan dikoreksi sektor teknologi.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Eropa beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp18.000 – Rp17.795.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting







