(Vibiznews-Forex) – Posisi aussie dolar dalam pair AUDUSD masih bergerak volatil pada ujung perdagangan sesi Asia hari Selasa (13/10/2026) merespon risalah rapat bulan September Reserve Bank of Australia (RBA).
Risalah RBA mengindikasikan munculnya tekanan kenaikan harga akibat permintaan teknologi AI dan kenaikan harga minyak di tengah konflik Timur Tengah.
Sinyal RBA yang beragam menunjukkan kebijakan berada pada tingkat restriktif yang moderat hingga cukup ketat, dengan penurunan harga rumah yang mengisyaratkan kondisi keuangan yang lebih ketat.
Pasar kini menantikan rapat bulan November, dengan kemungkinan kenaikan suku bunga kelima tahun ini jika data inflasi kuartal ketiga mendatang menunjukkan tekanan harga yang persisten.
Perhatian kini beralih ke laporan ketenagakerjaan bulan September yang dijadwalkan rilis pada hari Kamis serta data IHK (CPI) kuartal ketiga yang diperkirakan keluar akhir bulan ini untuk mendapatkan petunjuk mengenai langkah RBA selanjutnya.
Sementara itu dolar AS retreat dari level tertinggi dalam 18 bulan secara indeks, namun berpotensi menguat karena permintaan aset safe-haven menjelang rilis data inflasi AS dan meningkatnya risiko geopolitik.
Secara teknikal pair AUDUSD bergerak mixed dengan cenderung netral hingga konsolidasi. Kini pair berada di 0.6960 yang berusaha mendaki ke posisi 0.6970 sebelum menguji posisi resisten kuatnya di 0.6985.
Namun jika tidak lanjut menyentuh posisi 0.6970, pair akan berbalik arah dan turun menuju posisi rendah di 0.6949. Sinyal beli akan bersiap di kisaran 0.6954.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7027 | 0,7010 | 0,6985 | 0,6970 | 0,6944 | 0,6930 | 0,6904 |








