Rupiah Selasa Berakhir Menguat Tipis ke Level Rp17.892/USD; Dollar Global Terkoreksi, Geopolitik Timteng dan Ukraina

89
Rupiah Menguat
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Selasa sore ini (13/10), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir agak melandai, melepaskan loss sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa menurun setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya.

Rupiah terhadap dollar AS sore ini menguat tipis 0,01% atau 2 poin ke level Rp 17.892 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.894. Rupiah terpantau agak flat dekat posisi seminggu terendahnya.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.894 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.930, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp17.892.

Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa menurun setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya, terkoreksi dari sekitar 1,5 tahun tertingginya karena sempat didongkrak tensi panas geopolitik Timur Tengah dan Ukraina – Russia.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini turun ke 102,36, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 102,57.

Sementara itu, IHSG Selasa di akhir sesi terpantau melemah 24,684 poin (0,42%) ke level 5.911,463, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias melemah dipimpin saham sektor teknologi di antara fluktuasi harga minyak mentah dunia mengikuti tensi geopolitik Timur Tengah dan concern pasar atas tekanan inflasi global, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam variatif.

 

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini mendatar, dengan dollar di pasar Eropa beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp18.000 – Rp17.795.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting