(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS melemah pada hari Selasa, 13 Oktober 2026, turun dari level tertinggi dalam 18 bulan, tertekan akibat merosotnya harga minyak dan imbal hasil Treasury AS.
Indeks dolar AS bergerak turun 0,275 pada 102,30.
Harga minyak mentah bergerak turun pada hari Selasa, 13 Oktober 2026, mengakhiri kenaikan selama tiga sesi berturut-turut, terpicu meningkatnya pasokan energi tambahan dari Rusia.
Imbal hasil Treasury AS turun pada hari Selasa, 13 Oktober 2026, setelah harga energi bergerak lebih rendah.
Para investor juga menantikan data inflasi penting AS pekan ini, termasuk laporan IHK (CPI) hari Rabu, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek inflasi dan langkah kebijakan The Fed berikutnya.
Di sisi lain, para pelaku pasar telah mengurangi ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) bulan ini, dengan probabilitas langkah tersebut kini berada di kisaran 19%.
Untuk bulan Desember, pasar memperhitungkan peluang hampir 72% bagi kenaikan suku bunga sebesar 25 bps.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun seiring melemahnya harga minyak dan imbal hasil Treasury AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 102,12-101,93. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 102,53-102,75.








