Pelemahan Nikkei Berlanjut Akibat Pengumuman Mengecewakan Produsen Chip Belanda

100

(Vibiznews – Index) – Pelemahan saham di bursa Jepang semakin solid pada akhir perdagangan hari Rabu (14/10/2026) dengan kedua indeks utamanya sama-sama masuk zona merah.

Indeks harian Nikkei bertahan di zona merah selama 5 hari berturut di posisi terendah dalam 2 pekan, sedangkan indeks Topix di kisaran terendah dalam sepekan.

Sentimen pasar melemah setelah produsen peralatan chip asal Belanda, ASML, menyatakan tidak dapat memenuhi permintaan secara penuh dalam dua tahun ke depan, sehingga memicu kekhawatiran mengenai keberlanjutan lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI).

Para investor juga tetap bersikap hati-hati karena kenaikan harga minyak dan gangguan pasokan yang terus berlanjut di Timur Tengah meningkatkan risiko inflasi.

Pergerakan saham sempat berbalik arah dan positif awal sesi yang  mendapat dukungan dari pernyataan bernada dovish oleh Presiden The Fed New York, John Williams.

Jhon menyampaikan bahwa satu kenaikan suku bunga tambahan mungkin tepat dilakukan tahun ini, namun tidak melihat perlunya pengetatan kebijakan lebih lanjut pada tahun 2027.

Indeks harian Nikkei turun 0,05% dan ditutup pada level 67.744, untuk indeks Topix turun 0,34% ke posisi 4096,78.

Namun untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Desember 2026 menguat 0,29% pada posisi 68160.

Secara sektoral, saham sektor teknologi dan perbankan memimpin penurunan seperti  Kioxia Holdings turun 3,2%, Lasertec turun 1,6%, Tokyo Electron turun 2,7%, Mitsubishi UFJ turun 1,9%, dan Mizuho Financial turun 2,9%.