(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS ditutup menguat pada hari Rabu, 14 Oktober 2026, didukung data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan.
Indeks dolar AS ditutup naik sekitar 0,36% di dekat level 102,55.
Dolar AS menguat setelah Inflasi September AS dirilis di atas perkiraan. Inflasi tahunan (CPI y/y) naik menjadi 3,7%, lebih tinggi dari perkiraan 3,6% dan bulan sebelumnya 3,4%. Inflasi inti juga tercatat naik lebih cepat dari perkiraan. Indeks dolar AS sempat melonjak ke dekat 102,90 pada sesi AS, level tertinggi dalam 18 bulan.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun sempat melonjak dari sekitar 5,19% ke dekat 5,33% setelah rilis data, sebelum turun kembali ke sekitar 5,2%. Imbal hasil tenor 2 tahun ditutup naik sekitar 2 basis poin.
Pasar menaikkan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC 27-28 Oktober. Peluangnya naik dari sekitar 21% sebelum rilis data, sempat di atas 50%, dan ditutup di sekitar 37%. Sebagian besar investor kini memperkirakan The Fed menahan suku bunga bulan ini dan menaikkannya lagi pada Desember. The Fed menaikkan suku bunga pada bulan September untuk pertama kalinya sejak 2023.
Selain itu, laporan Beige Book The Fed menunjukkan kenaikan harga yang semakin kuat di sejumlah wilayah.
Dolar AS menguat terhadap enam dari tujuh mata uang utama dan datar terhadap yen.
Penguatan dolar AS tertahan oleh penurunan imbal hasil Treasury pada sore hari.
Malam nanti akan dirilis data Inflasi Produsen (PPI) September AS, klaim pengangguran mingguan, serta indeks manufaktur Philadelphia Fed dan Empire State Oktober.
Juga akan ada dialog Ketua The Fed Kevin Warsh bersama Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva di Bangkok.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik didukung inflasi AS yang lebih tinggi dan meningkatnya peluang kenaikan suku bunga The Fed. Jika data PPI September AS terealisir naik dan pernyataan Ketua The Fed Warsh bernada hawkish, akan menguatkan dolar AS. Namun jika PPI lebih lemah dari perkiraan dan pernyataan Warsh bernada dovish, dolar AS dapat terkoreksi. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 103,17-103,49. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 102,30-101,75.








