Rupiah Selasa Ditutup Menguat ke Level Rp17.922, Seiring Penguatan Pasar Saham

101
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Forex) – Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa sore ini (20/10) menguat 0,30% atau 54 poin ke level Rp 17.992, dari posisi penutupan sebelumnya di Rp 18.046. Penguatan ini sekaligus mengakhiri tren pelemahan rupiah selama empat hari perdagangan berturut-turut dan membawa rupiah kembali ke bawah level Rp 18.000.

Rupiah bergerak menguat seiring pulihnya pasar saham domestik, di tengah meredanya kekhawatiran atas rencana MSCI memindahkan Indonesia dari kategori emerging market menjadi pasar berstatus standalone. Sentimen positif juga datang dari rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan 80 saham kategori high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG, serta rilis realisasi investasi Januari-September 2026 sebesar Rp 1.539,2 triliun atau 75,4% dari target. Dari sisi eksternal, pasar mencermati perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump yang mencabut sejumlah sanksi dan tarif utama terkait Rusia.

Mengawali perdagangannya, rupiah dibuka menguat 0,07% atau 31 poin ke level Rp 18.015. Rupiah kemudian bertahan di zona hijau sepanjang hari, dengan posisi tengah hari di Rp 17.998, sebelum ditutup di Rp 17.992. Sejalan dengan itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia menguat 0,24% ke level Rp 18.006, dari Rp 18.049 pada hari sebelumnya.

Penguatan rupiah masih dibatasi harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang kembali naik mendekati US$ 100 per barel, di tengah eskalasi konflik Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina. Pelaku pasar juga bersikap hati-hati menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berakhir Rabu (21/10), dengan sebagian analis memperkirakan adanya kemungkinan kenaikan suku bunga acuan.

Di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound tajam 282,28 poin (5,65%) ke level 5.278,89, setelah dibuka di 4.980,16 dan ditutup menguat 4,16% ke 5.204,02 pada akhir sesi pertama. Tercatat 670 saham naik, 99 saham turun dan 30 saham stagnan, dengan nilai transaksi sekitar Rp 26,54 triliun dari volume 56,78 miliar saham. Indeks LQ45 melonjak 8,51% ke level 530,35. Seluruh sektor ditutup di zona hijau, dipimpin sektor transportasi yang naik 8,55%, disusul sektor barang baku naik 6,62% dan sektor infrastruktur naik 5,60%.

Untuk perdagangan Rabu (21/10), rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp 17.990 hingga Rp 18.040 per dolar AS. Dalam sepekan ke depan, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 17.850 hingga Rp 18.200 per dolar AS. Arah pergerakan berikutnya akan sangat dipengaruhi keputusan BI, perkembangan evaluasi MSCI, serta pergerakan harga minyak dan kondisi geopolitik global.