(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS ditutup naik pada hari Senin, 26 Oktober 2026, menjelang pekan pertemuan The Fed.
Indeks dolar AS ditutup naik 0,22% pada 102,00.
Dolar AS menguat tipis karena investor menyesuaikan posisi menjelang pertemuan FOMC dan sejumlah keputusan bank sentral utama pekan ini. Indeks dolar AS sempat turun ke level terendah harian di dekat 101,58 pada awal sesi Asia, lalu naik ke puncak di dekat 102,06 pada awal sesi AS sebelum tertahan penurunan imbal hasil Treasury.
Harga minyak WTI turun 1,7% ke dekat $103 per barel setelah Iran menjadi tuan rumah pembicaraan regional di Teheran, yang meredakan sebagian kekhawatiran inflasi.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun sempat naik ke dekat 5,01% pada pagi hari, lalu turun ke dekat 4,96% seiring turunnya harga minyak, dan bergerak di sekitar 4,99% menjelang penutupan. Imbal hasil tenor 2 tahun naik tipis ke dekat 4,72%.
Dolar AS menguat sekitar 0,3% terhadap yen, franc Swiss, dan dolar Selandia Baru pada sesi Eropa, namun USD/JPY kemudian turun ke dekat 156,65. USD/CAD bergerak mengikuti harga minyak dan ditutup di dekat 1,4020. Wall Street menguat, dengan ETF S&P 500 naik sekitar 0,7% dan ETF Nasdaq 100 naik sekitar 1,1%, dipimpin saham Tesla.
Pasar memperkirakan The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,75%-4,00% pada pertemuan FOMC 27-28 Oktober. Menurut CME FedWatch, peluang penahanan suku bunga di atas 90%, sedangkan peluang kenaikan pada Desember masih sekitar 80-90%. Analis memperkirakan nada pernyataan The Fed tetap hawkish. Ketua The Fed Kevin Warsh diperkirakan menegaskan bahwa kondisi keuangan yang ketat bukan pengganti kenaikan suku bunga.
Hari ini pertemuan FOMC dimulai. Malam nanti akan dirilis data Keyakinan Konsumen CB AS Oktober, serta lelang obligasi AS tenor 5 tahun senilai $70 miliar. Keputusan suku bunga The Fed akan diumumkan Kamis dini hari WIB, diikuti konferensi pers Warsh.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak terbatas dengan kecenderungan naik didukung imbal hasil Treasury AS yang mendekati 5% dan tingginya peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember. Namun jika harga minyak kembali turun akibat meredanya ketegangan di Timur Tengah, imbal hasil Treasury turun, dan data Keyakinan Konsumen AS terealisir lemah, dolar AS dapat terkoreksi. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 102,19-102,36. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 101,72-101,42.








