(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Jumat siang ini (6/11), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, melepas gain sesi paginya, sementara dollar AS di pasar menanjak setelah menguat di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,28% atau 50 poin ke level Rp 18.125 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.075. Rupiah terpantau berbalik menggerus rebound dalam 3 hari sebelumnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 18.049 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp18.128, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp18.125.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah menguat di sesi global sebelumnya, bangkit dari 5 minggu terendahnya di tengah kenaikan harga minyak dan menjelang rilis data NFP.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini naik ke 101,76, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 101,56.
Sementara itu, IHSG Jumat di akhir sesi pertama terpantau terkoreksi 98,868 poin (1,97%) ke level 4.931,393, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias melemah oleh tekanan aksi jual saham sektor Semiconductor dan AI, serta mengikuti Wall Street yang berakhir semalam tergelincir oleh kekhawatiran Kongres Partai Demokrat AS akan menekan regulasi pengembangan AI.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp18.183 – Rp17.875.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting






