Mengakhiri perdagangan valas Singapura hari Selasa (16/02), dollar SGD kembali anjlok untuk 3 hari berturut terhadap dollar dan juga rupiah. Perdagangan sebelumnya kurs negeri singa ini tidak mampu menahan tekanan kuat dari buruknya data kinerja sektor ritelnya dibulan Desember 2015 yang terkontraksi cukup parah dari bulan sebelumnya.
Ditengah lemahnya dollar AS terhadap rival-rival utamanya, dollar SGD tidak mampu keluar dari tekanan mata uang Amerika Serikat tersebut. Terhadap rupiah juga dollar SGD alami tekanan meski di pasar spot rupiah sedang melemah terhadap dollar AS.
Memantau kurs dolar Singapura pada pair USDSGD saat ini (09:25:11 GMT) bergulir lemah di kisaran 1.4002 setelah diawal perdagangan dibuka pada level 1.3993. Pada perdagangan sebelumnya pair USDSGD menutup harian dengan bullish yang berakhir di 1.3996.
Mengukur kekuatan dolar Singapura terhadap Rupiah pada pair SGDIDR di pasar spot saat ini bergulir lemah di kisaran 9551,61 setelah perdagangan sebelumnya ditutup kuat 9556,13. Dan untuk transaksi antar bank ditanah air hari ini berdasarkan kurs BI harga jual dollar Singapura lebih rendah menjadi 9,567.33 dibandingkan dengan harga jual sebelumnya di harga 9,670.81.
Secara teknikal, Analyst Vibiz Research Center melihat pergerakan pair USDSGD keesokan harinya diperkirakan bullish kembali, dan berdasarkan harga tinggi perdagangan hari ini di 1.4039 dan posisi rendah di 1.3932 pair ini berpotensi berada di kisaran 1.4030.
Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang