Perdagangan forex hari pertama pekan ini (29/02), pada sesi Asia Senin pagi dollar AS alami profit taking setelah pekan lalu berhasil mencetak penguatan tinggi terhadap semua kurs dan juga komoditi emas. Penguatan data ekonomi yang dirilis rivalnya hari ini memberikan sentimen negatif bagi pergrakan dollar hingga sesi Eropa nanti.
Lihat: Ringkasan Kegiatan (Kalender) Forex Minggu Lalu
Penggerak fundamental pasar pagi ini sudah dimulai dengan rilis data kinerja bisnis ritel negeri Jepang yang berhasil mengurangi kontraksi data periode sebelumnya seperti yang dilaporkan Kementrian Perdagangan dan Industri hari ini (29/02), meski dirilis jauh dibawah penguatan ekspektasi sebelumnya. Bermodal data ini sangat pede terus mengungguli dollar AS.
Lalu dari kawasan Australi, ditilis data profit dari perusahaan-perusahaan swasta yang ada di Australia pada kuartal terkahir tahun 2015 yang menunjukkan kontraksi data dari data yang positif kuartal sebelumnya. Data ini membuat pergerakan aussie terganjal meski harga minyak mentah sedang menguat.
Untuk pergerakan mata uang euro sore ini akan dipengaruhi beberapa data yang mixed yaitu data ritel sales bulan Januari yang bangkit dari kontraksi data bulan sebelumnya serta data prelim inflasi kawasan Euro yang diperkirakan akan menurun. Namun euro diperkirakan akan terus menguat ditopang oleh data retail sales Jerman.
Sedangkan dari kawasan Inggris sore nanti akan dirilis data yang midex, pertama data harga rumah bulan Februari oleh Nationwide yang diperkirakan akan menurun namun diperbaiki oleh data pinjaman publik Inggris yang menurun datanya dari periode sebelumnya.
Lihat: Kalender Forex Hari Ini
Untuk perdagangan dollar AS sepanjang hari ini akan menerima sentimen positif dari data pending home sales bulan Januari yang diperkirakan akan meningkat dari periode bulan sebelumnya. JIka data ini sesuai perkiraan maka posisi dollar AS dapat bangkit kembali disesi malam.
Joel/VMN/VBN/Senior Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang


